Segala informasi menarik, kami tayangin!

Sigap, Anies Siapkan Skenario Cegah Potensi Terburuk Virus Corona, Presiden kapan?

711

Tayangin – Dilansir dari cnnindonesia.com Gubernur Anies baswedan telah menyiapkan skenario untuk mencegah potensi terburuk dari penyebaran Virus Corona di tanah air khususnya DKI Jakarta. Berikut ulasan selangkapnya.

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengaku sudah membuat atau menyiapkan simulasi paling buruk yang mungkin terjadi dari penyebaran virus corona (covid-19) di Ibu Kota Jakarta. Persiapan untuk menghadapi kondisi terburuk ini terjadi jika sudah tak ada lagi langkah serius dalam mencegah menyebarnya virus Corona tersebut.

Menurut Gubernur Anies Baswedan, akan muncul sekitar 6 ribu kasus masyarakat yang akan terjangkit virus corona bila dalam dua pekan kedepan pemerintah masih belum melakukan langkah-langkah lebih serius dalam melakukan pencegahan penyebaran virus corona tersebut. Namun, Anies Baswedan berharap hal tersebut tidak terjadi. Dan semoga saja tidak tidak terjadi (red)

Kalau dalam jangka waktu dua minggu ke depan kita tidak bisa melakukan langkah-langkah yang sangat serius, maka kasus corona berpotensi bisa mencapai 6 ribu kasus, 840 parah dan 300 kritis. Ini adalah simulasi dengan menggunakan skenario terburuk, kata Gubernur Anies Baswedan dalam program televisi Mata Najwa pada hari Rabu (11/3) malam.

Anies Baswedan menyebut ada dua model tindakan yang perlu diambil sejumlah negara dalam hal mencegah penularan dan penyebaran virus corona tersebut. Model pertama adalah dilakukan oleh Iran, Korea Selatan, Italia, dan juga Amerika Serikat.

Mantan menteri pendidikan dan kebudayaan indonesia itu lantas mencontohkan negara Italia yang cukup ‘rileks’ melakukan pencegahan serta pengetesan terbatas, kasus virus corona melonjak drastis dari awal hanya 4 kasus dan menjadi 9.172 kasus dalam kurun waktu 18 hari.

Sementara, kata Anies Baswedan, model tindakan kedua diterapkan negara Singapura, Vietnam, dan negara Selandia Baru yang melakukan pencegahan serta pengetesan terhadap masyarakatnya sejak dini. Menurut Anies, ketiga negara tersebut mampu menekan penyebaran dari virus corona karena sudah mencegah penyebarannya dari awal.

Anies menyatakan akan menerapkan apa yang sudah dilakukan oleh negara Singapura, Vietnam, maupun negara Selandia Baru di wilayah DKI Jakarta. Anies mengaku sudah mengumpulkan semua jajarannya dan pihak-pihak terkait untuk menjalankan pencegahan pada tahap awal agar tidak terjadi peningkatan penyebaran virus corona tersebut.

Berikut ini pernyataan Dari Gubernur Anies Baswedan

“Apa yang terjadi jika dikendalikan. Di Selandia baru, baru ada 4 kasus, dan ada 8 ribu orang diisolasi. Langkahnya adalah tau lokasi di mana, mereka berinteraksi dengan siapa aja, di mana saja, lalu mereka dianjurkan suka rela melakukan isolasi,” ujar anies.

Mantan rektor Universitas Paramadina tersebut lantas menyampaikan data orang yang dalam pemantauan pada 1 Maret ada sebanyak 136 orang, namun dalam 11 hari saja sudah mencapai 401 orang.

Kemudian pasien yangn dalam pengawasan pada tanggal 1 Maret sebanyak 47 orang dan lalu meningkat mencapai 197 orang sampai hari kemarin. Orang dalam pemantauan pada tanggal 1 maret itu 136, dalam 11 hari sudah menjadi 401 orang, pasien dalam pengawasan tangal 1 maret 47 per hari ini sudah 197 orang.

Anies Baswedan mengaku ingin melakukan langkah-langkah pencegahan dengan sangat cepat. Anies juga mengatakan pemerintah memiliki tanggung jawab penuh untuk melindungi masyarakat agar tak terinfeksi Virus Corona

Akan Lebih baik bisa melakukan langkah yang lebih, langkah yang sangat ekstra meskipun tentu konsekuensi finansialnya juga cukup tinggi, konsekuensi ekonomi juga bisa tinggi, tapi itu akan menyelamatkan warga negara indonesia dari potensi corona virus,” tutur anies.

Berkomentar dengan bijak 👇

Promoted Content

You might also like