in

Inilah 3 Orang Hakim Agung yang Batalkan Kenaikan Iuran BPJS Kesehatan

Tayang – Mahkamah Agung Republik Indonesia (MA) telah membatalkan kenaikan iuran BPJS Kesehatan yang ditetapkan oleh pemerintah.

Pembatalan tersebut diputuskan melalui sidang judicial review atas Peraturan Presiden Nomor 75 Tahun 2019. Putusan judicial review tersebut diketok oleh tiga hakim agung, yaitu Supandi, Yosran dan Yodi Martono Wahyunadi. Berikut profil singkatnya ketiganya.

1. Supandi

Supandi (Sumber: detik.com)

Lahir di Kota Medan pada tanggal 17 September 1952. Hakim Supandi memulai karir sebagai hakim agung sejak tanggal 8 Maret tahun 2010.

Selain sebagai hakim agung, Supandi juga menjabat sebagai Ketua Kamar Tata Usaha Negara (TUN) sejak tanggal 29 Maret tahun 2016.

Adapun beberapa jabatan penting yang pernah diembannya antara lain:

  • Wakil Ketua Pengadilan Tata Usaha Negara Medan.
  • Ketua Pengadilan Tata Usaha Negara Medan.
  • Ketua Pengadilan Tata Usaha Negara Jakarta, dan
  • Kepala Pusat Pendidikan dan Pelatihan Tenaga Teknis Peradilan Balitbang Diklat Kumdil Mahkamah Agung.

Supandi mengenyam pendidikan Sarjana Hukum, Magister Hukum dan Doktor Ilmu Hukum dari ssatu almamater yang sama yakni Universitas Sumatera Utara (USU). Selain itu, Supandi juga aktif menjadi pengajar pada Program Pasca Sarjana Ilmu Hukum, Ilmu Hukum Administrasi Negara dan Ilmu Hukum Keuangan Negara di beberapa kampus.

Lalu pada bulan Novemver tahun 2019, Supandi dikukuhkan sebagai guru besar dosen tidak tetap oleh Universitas Diponegoro (Undip). Pidato pengukuhan Prof Supandi mengusung judul: “Modernisasi Peradilan Tata Usaha Negara di Era Revolusi Industri 4.0 untuk Mendorong Kemajuan Peradaban Hukum Indonesia”.

2. Yosran

Yosran (Sumber: detik.com)

Hakim Yosran dilantik sebagai hakim agung pada tanggal 5 Agustus tahun 2015. Sebelumnya, beliau menjabat sebagai Hakim Tinggi pada Pengadilan Tinggi Tata Usaha Negara Surabaya.

Yosran sendiri merupakan alumnus S1 Universitas Andalas jurusan Hukum Acara Pidana. Pendidikan S2 diselesaikan di STIH Iblam jurusan Hukum Bisnis dan S3/Doktor di diselesaikannya di Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya mengambil jurusan Ilmu Hukum.

3. Yodi Martono Wahyunadi

Yodi Martono Wahyunadi (Sumber: detik.com)

Terakhir Yodi Martono Wahyunadi. Hakim Yodi merupakan hakim agung paling junior. Ia diangkat menjadi hakim agung pada tanggal 7 November tahun 2017. Sebelumnya, Hakim Yodi adalah Direktorat Pembinaan Tenaga Teknis dan Administrasi Peradilan Tata Usaha Negara, Direktur Binganis dan Administrasi TUN di MA.

Yodi menyelesaikan pendidikan S1 hukum di Universitas Padjadjaran Bandung (UNPAD) dengan mengambil konsentrasi Hukum Perdata. Kemudian ia menyelesaikan pendidikan S2 hukumnya di Universitas Airlangga dengan mengambil konsentrasi Hukum Tata Pemerintahan dan S3/Doktor diselesaikannya di Universitas Trisakti dengan mengambil konsentrasi Ilmu Hukum.

Demikian profil singkat 3 hakim agung yang membatalkan kenaikan iuran BPJS.

Written by Editor

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

1 Lagi Pasien Suspect Corona di Indonesia Meninggal Dunia

Australia Terang-terangan Sebut Indonesia Payah Tangani Penyebaran Virus Corona