Tradisional marketing adalah proses menawarkan suatu produk / jasa dengan cara memberikan informasi sebanyak-banyaknya mengenai informasi  produk yang akan di jual secara langsung kepada calon pembeli. Sedangkan internet marketing adalah penawaran suatu produk / jasa dengan memanfaatkan media sosial sebagai media berkomunikasi antara pembeli dan penjual, cara ini lebih efisien untuk mendatangkan calon pembeli dengan mudah dan tentunya pebisnis online dapat menciptakan umpan balik tanpa dibatasi oleh ruang ataupun waktu dalam berinteraksi.

Seiring berjalannya waktu dan kemudahan akses jaringan internet, pengguna internet di dunia semakin bertambah banyak termasuk di Indonesia, hal ini dapat kita ketahui pada awal dari “We Are Social” yang merupakan sebuah agensi marketing sosial yang telah melakukan  riset pengguna internet di Indonesia di awal tahun 2017 pengguna internet di Indonesia mencapai 132.7 juta pengguna atau sekitar 51% dari total populasi penduduk Indonesia sebanyak 262 juta.

Dilihat dari data frekuensi pengguna internet di Indonesia,  bahwa setiap harinya pengguna internet di Indonesia dapat mencapai 77%, jauh jika kita bandingkan dengan penggunaan internet dalam jangka 1 minggu sekali, 1 bulan sekali, atau bahkan kurang dari 1 kali perbulan, maka artinya data ini menggambarkan bahwa  banyak sekali pengguna internet di Indonesia per harinya.

Selain itu, riset tersebut mengungkapkan bahwa pengguna media sosial facebook lebih banyak di bandingkan dengan media sosial lainnya. Dan whatsapp merupakan aplikasi chat yang paling banyak digunakan oleh masyarakat Indonesia. Untuk lebih jelasnya, mari kita lihat infografis di bawah ini

Sumber: https://www.slideshare.net/wearesocialsg/digital-in-2017-southeast-asia
Sumber: https://www.slideshare.net/wearesocialsg/digital-in-2017-southeast-asia
Sumber: https://www.slideshare.net/wearesocialsg/digital-in-2017-southeast-asia
Sumber: https://www.slideshare.net/wearesocialsg/digital-in-2017-southeast-asia

Dari infografis tersebut dapat kita lihat bahwa pengguna internet di Indonesia pada awal tahun 2017 sudah meningkat, maka tidak ada salahnya kamu mencoba beralih ke dunia internet marketing. Mau tahu perbedaan apa saja antara tradisional marketing dan internet marketing ?  kita akan bahas disini

  1. Target Pembaca

Pada umumnya masyarakat di Indonesia masih terbiasa dengan tradisional marketing, contohnya :

Memasang iklan di billboard, memasang iklan di koran atau majalah, dimana hal tersebut masih dilakukan setiap saat. Sebagian besar, traditional marketing hanya menjangkau masyarakat daerah setempat saja sehingga kamu tidak dapat menargetkan usia, gender, lokasi bahkan calon customer yang nantinya akan menjadi target iklan kamu.

Didalam internet marketing, kamu bisa menargetkan pembaca tertentu untuk iklan kamu, mulai dari lokasi, usia, gender. Dengan internet marketing ini maka sudah jelas kalau iklan kamu akan dijumpai oleh target yang tepat.

  1. Terukur

Didalam tradisional marketing ketika kamu memasang iklan di billboard, koran atau majalah. Kamu tidak dapat mengetahui seberapa banyak orang yang sudah melihat iklan kamu, berapa banyak kontak yang masuk ke nomor yang terpasang di iklan, data itu tidak bisa kamu dapatkan didalam tradisional marketing.

Didalam internet marketing, kamu akan dapat mengetahui sebarapa banyak orang yang sudah melihat iklan sesuai dengan biaya yang dikeluarkan, berapa banyak kontak yang masuk, dan berapa banyak yang sudah konversi, tentu saja data itu akan kamu dapatkan didalam internet marketing.

  1. Biaya

Biaya didalam tradisional marketing dapat dikatakan lebih mahal jika dibandingkan dengan internet marketing , dimana harga beriklan di televisi atau radio saat ini memerlukan biaya yang tidak murah karena sesuai dengan waktu yang ditayangkannya selain itu harga beriklan juga dapat ditentukan dari jadwal tayang iklan tersebut.

Namun didalam internet marketing biaya beriklan dapat di katakan flexible , dimana kita dapat menyesuaikan budget yang kita miliki untuk beriklan dan iklanpun dapat tayang satu hari penuh dengan biaya yang tidak mahal.

  1. Proses pergantian materi

Didalam tradisional marketing ketika kamu menemukan kesalahan dalam iklan yang kamu buat, lalu kamu hendak menggantikannya maka akan memerlukan waktu yang lama, misalnya untuk mengganti materi ketika kamu beriklan di koran, maka kamu memerlukan waktu 1-2 hari, lamanya proses menjadi tidak efektif dalam melakukan penjualan produk kepada customer.

Didalam internet marketing, perubahan materi dapat dilakukan di jam dan hari yang sama jika ada hal yang kurang dari materi iklan yang sudah ditayangkan, sehingga kamu tidak memerlukan waktu yang lama untuk mendapatkan hasil yang maksimal.

  1. Komunikasi

Yang paling merugikan saat ini adalah fakta bahwa traditional marketing bersifat statis, yang berarti tidak ada cara untuk berinteraksi dengan pembaca atau dengan kata lain bersifat 1 arah.

Disisi lain,  internet marketing bersifat 2 arah, yang merupakan strategi efektif untuk memikat konsumen yang berkemungkinan tertarik dengan produk/layanan yang kamu tawarkan.


Nah, dari penjelasan di atas sudah tahu kan perbedaan apa saja antara tradisional marketing dan internet marketing ? jadi tidak ada salahkan untuk kamu mencoba ke dunia internet marketing.

Sumber :
https://www.slideshare.net/wearesocialsg/digital-in-2017-southeast-asia
https://swa.co.id/swa/business-update/digital-marketing/marketing-tradisional-dan-online-apa-bedanya-dan-mana-yang-lebih-menguntungkan
http://www.nataproperty.com/news/traditional-marketing-vs-digital-marketing-apa-perbedaannya

 

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here