Tak bisa dipungkiri, word-of-mouth atau yang biasa dikenal dengan promosi dari mulut ke mulut adalah salah satu metode marketing yang sangat berpengaruh terhadap penjualan produk. Sepintas memang terlihat bahwa word-of-mouth merupakan strategi yang sepele karena tidak membutuhkan banyak tenaga dan biaya. Namun setidaknya 20 -50 persen keputusan pembelian dipengaruhi oleh word-of-mouth. Hal ini disebabkan karena kebanyakan konsumen lebih mempercayai pendapat yang disampaikan langsung oleh orang-orang terdekat mereka, termasuk dalam urusan berbelanja.

Di era media sosial saat ini, pembicaraan mengenai trending-product atau barang yang sedang hits tak lagi terbatas pada omongan kalangan ibu-ibu arisan, teman kantor, atau keluarga. Jauh melebihi itu, fenomena word-of-mouth telah menjangkiti dunia maya dan dimanfaatkan oleh social media influencer yang berseliweran di berbagai platform media sosial.

Apa itu social media influencer? Social media influencer adalah seseorang yang memiliki kemampuan untuk mempengaruhi pengikutnya dengan menggunakan media sosial yang ia miliki. Biasanya, seorang social media influencer memiliki lebih dari satu media sosial yang digunakan untuk menggaet followers sebanyak-banyaknya. Hal inilah yang kemudian dimanfaatkan oleh pebisnis dalam memasarkan produknya.

Bentuk ini tentunya bertentangan dengan konsep original dari marketing influencer yang biasanya dibantu oleh endorsement para artis, yang notabene mempunyai kemampuan untuk mempengaruhi banyak fans-nya. Sementara itu, di zaman sekarang, orang biasa pun bisa menjadi ‘artis’ online bagi kalangan tertentu dengan bantuan media sosial. Tentunya hal ini bukan lagi hal yang luar biasa karena sudah banyak social media influencer yang jumlah followers-nya lebih banyak daripada artis yang sesungguhnya. Adalah hal yang fantastis jika separuh saja dari followers tersebut berminat membeli produk yang direkomendasikan oleh seorang social media influencer.

Menggabungkan Social Media Influencer Ke Dalam Strategi Merketing Anda

Bayangkan influencer sebagai salah satu anak panah dari teknik pemasaran Anda. Meskipun cara penyampaian pesan oleh influencer berbeda dengan cara perusahaan menyajikan brand-nya, pesannya tetap mesti disesuaikan dengan strategi konten dan citra merek yang dimiliki oleh perusahaan sehingga meningkatkan reputasi brand secara keseluruhan.

Memperluas Jangkauan Target Pasar Melalui Channel Influencer

Untuk memperkenalkan brand secara luas, Anda dapat mempertimbangkan untuk bekerja sama dengan social media influencer. Hal ini memungkinkan Anda untuk menjangkau khalayak yang lebih luas dengan memanfaatkan follower base yang ia miliki. Tentunya teknik ini jauh lebih efektif dibandingkan melalui akun media social brand Anda sendiri.

Meningkatkan Kredibilitas Brand Dengan Memunculkan Influencer Di Chanel Anda Sendiri

Bagi yang masih beginner dalam dunia bisnis, bersaing dengan perusahaan-perusahaan lain yang sudah memiliki brand-positioning yang kuat adalah hal yang sulit. Namun, proses ini akan lebih mudah kalau Anda menggunakan jasa seorang social media influencer untuk menunjukkan keunggulan perusahaan Anda yang tidak dimiliki oleh para pesaing lainnya. Dengan merekrut influencer untuk berpartisipasi dalam konten yang akan dibagikan atau ditayangkan di chanel brand Anda, secara tidak langsung Anda akan menarik rasa penasaran konsumen-konsumen baru terhadap produk yang Anda tawarkan. Pesan yang ditampilkan melalui konten gambar maupun video yang Anda post ke chanel ataupun website Anda akan lebih mudah diserap oleh konsumen karena prosesnya yang bersifat alami, tanpa dipaksakan, dan biasanya dikemas dalam bentuk pengalaman pribadi social media influencer tersebut.

Word-of-Mouth merupakan cara yang paling efisien dan efektif dalam mendukung social proof melalui konten seperti pendapat ahli, ulasan, testimoni pengguna lain, feedback dari keluarga atau teman-teman, hingga endorsement oleh social media influencer. Keberhasilan dalam memanfaatkan fenomena ini dalam pemasaran brand dapat membangun kepercayaan audiens yang disasar sehingga mereka pun dapat mempengaruhi sesamanya, dengan pendapat personal mereka terkait brand tertentu.


Sumber:
http://www.mckinsey.com/business-functions/marketing-and-sales/our-insights/a-new-way-to-measure-word-of-mouth-marketing

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here