Tinggal beberapa minggu lagi kita berpisah dengan tahun 2017, sudahkah Anda mempersiapkan strategi marketing di tahun yang baru? Sudah saatnya untuk mulai mengevaluasi strategi marketing anda di tahun ini, seberapa banyak yang berhasil? Dan seberapa banyak pula yang harus diperbaharui. Adakah adakah tehnik-tehnik baru yang bisa anda terapkan?

Menurut sebuah laporan oleh Content Marketing Institute, 83% marketer menganggap strategi konten sangat efektif dalam meningkatkan pendapatan. Ini adalah kenaikan yang signifikan dari 74% yang menempatkan kepercayaan pada strategi tahun sebelumnya. Tetapi bahkan karena lebih banyak marketer memahami kebutuhan untuk memiliki strategi terdokumentasi, hanya 31% yang yang telah mendokumentasikannya.

Untuk meningkatkan lalu lintas web, pertumbuhan prospek, meningkatkan pelanggan setia dan menaikkan pendapatan pada tahun 2018, melihat lebih dekat strategi konten Anda sangat diperlukan. Sediakan waktu untuk menganalisis apa yang telah berhasil, dan identifikasi peluang yang tersembunyi dalam setiap tren.

Misalnya, Cisco memperkirakan bahwa konten visual akan mencakup 82% dari semua lalu lintas konsumen internet pada tahun 2021. Dan saat ini, 74% penggunaan internet ditutupi oleh video, dengan live streaming yang tumbuh dalam permintaan. Dengan menggunakan informasi ini, Anda dapat merencanakan untuk memuat lebih banyak konten video – baik berupa live maupun rekaman – dalam strategi pemasaran konten Anda.

Cukup baik bukan? Berikut adalah empat tips untuk membantu Anda mempersiapkan diri pada tahun 2018.

1. Utamakan Perangkat Seluler

Di tahun-tahun sebelumnya, tren yang berlaku adalah membuat situs web yang lebih mudah diakses melalui perangkat seluler untuk menjangkau 53% pengguna global yang mengakses internet melalui perangkat seluler. Tapi, sekarang pasang surut telah bergeser dan memberikan celah baru bagi penggunaan perangkat seluler model baru. Menurut laporan ini, perangkat seluler akan menyumbang hampir 80% dari seluruh penggunaan internet di tahun 2018.

Jadi, alih-alih memfokuskan strategi Anda ke desktop dan kemudian mengoptimalkan untuk mobile (seperti yang telah terjadi), pertimbangkan untuk melakukan sebaliknya. Rencanakan fitur untuk pengguna seluler dan tambahkan fungsionalitas desktop. Bagaimanapun, 80% waktu media sosial dihabiskan dari perangkat seluler, penduduk milenium dan Generasi Z tidak bisa lepas dari ponsel mereka, dan 57% pengguna tidak akan merekomendasikan bisnis dengan situs seluler yang dirancang dengan buruk.

Kuncinya adalah memahami perilaku konsumen lalu menyesuaikan prioritas Anda untuk meraih peluang.

2. Buat Konten yang Kreatif dan Personal

Meskipun jelas bahwa konten visual adalah faktor utama dalam kesuksesan pemasaran konten, kreativitas Anda mungkin memerlukan sedikit dorongan. Memasangkan konten berbasis teks dengan visual agar pengunjung tetap terlibat adalah norma pada tahun 2017. Namun, pada tahun 2018, akan lebih baik apabila Anda memperbanyak konten visual untuk dipublikasikan.

Misalnya, walaupun infografik dan videografi konten yang menarik, menayangkan video live malalui Facebook, Instagram dan YouTube mungkin lebih efektif. Konsumen ingin membeli produk dan layanan dari merek yang mereka kenal dan sukai. Itu sebabnya 61% marketer berencana untuk lebih memaksimalkan Facebook live dan Periscope, sementara 69% berencana untuk belajar lebih banyak tentang live video.

Bersiaplah untuk berbagi lebih banyak tentang aktivitas organisasi dengan follower Anda, terutama konten-konten “di belakang layar”. Saat muncul jenis konten lainnya, seperti rekaman video, gambar dan blog, hanya posting dan bagikan konten yang berkualitas tinggi. 85% marketer percaya bahwa memposting konten dengan kualitas lebih tinggi dan efisien adalah alasan utama kesuksesan mereka di tahun 2017. Jadi, fokuslah pada konten asli yang dipersonalisasi kepada pengguna dan komunikasikan emosi mereka.

3. Bersiap dengan Teknologi Baru

Jika bisnis atau organisasi Anda belum mengenal sistem chatbots pada tahun 2017 untuk pemasaran konten, siapkan untuk menggabungkannya di tahun 2018. Chatbots telah terbukti berhasil dalam layanan pelanggan dan hal yang sama dapat disaksikan dalam pemasaran konten.

Laporan tahun 2015 oleh BI Intelligence menunjukkan bagaimana platform perpesanan telah berhasil menjangkau penggunaan media sosial. Lebih dari 2,4 miliar orang digabungkan aktif di Facebook Messenger dan WhatsApp secara bulanan.

Mengapa Anda tidak memanfaatkan bot untuk menjangkau target audiens Anda? Bot adalah cara yang bagus untuk meningkatkan loyalitas, keterlibatan, pemahaman, perilaku konsumen, dan bahkan tingkat konversi – yang semuanya penting untuk konten marketing yang sukses.

Dan saat Anda memikirkan bot, pertimbangkan juga mengoptimalkan konten Anda untuk penelusuran suara dan menggunakan pembelajaran mesin untuk mengirimkan konten hasil personalisasi.

4. Jangan Berhenti Menggunakan E-Mail

Apakah Anda berjuang untuk melihat email-email yang Anda kirim berhasil? Pernahkah Anda berpikir untuk menyerah dan fokus pada media sosial dan blog? Anda tidak sendiri. 60% marketer saat ini berbagi nasib dengan Anda. Tapi, sebelum Anda menyerah, pertimbangkan bahwa 79% marketer mengatakan bahwa email adalah saluran distribusi yang paling sukses di tahun 2017 apabila dibandingkan dengan blog dan media sosial. Itu berarti Anda mungkin hanya perlu mencoba pendekatan yang berbeda dalam menggunakan email di tahun yang akan datang.

Pikirkan mengirim lebih banyak email yang lebih tertatget, terutama yang berkaitan dengan riwayat pelanggan. Dengan memahami produk dan layanan spesifik yang diminati pelanggan, Anda akan merestrukturisasi jenis konten yang akan mereka terima. Memanfaatkan data besar dan teknologi AI (Artificial Intelegence) akan terbukti berguna dalam mencapai hal ini.

Kesimpulan:

Konten visual yang interaktif, chatbots, storytelling dan peningkatan personalisasi akan mendominasi persaingan konten marketing pada tahun 2018. Anda memerlukan strategi yang dibuat dengan cermat dan terdokumentasi yang bisa memadukan tren-tren tersebut, dengan tetap mempertahankan email tradisional.


Sumber:
https://www.entrepreneur.com/article/305314

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here