“… bahwa berbicara di depan umum adalah aset yang akan bertahan 50 atau 60 tahun dan ini akan menjadi pertanggungjawaban jika Anda tidak suka melakukannya atau tidak nyaman melakukannya, itu pun juga akan bertahan 50 atau 60 tahun. Dan ini adalah keterampilan yang diperlukan”

– Warren Buffett –

 

 


“Salah satu kesalahan besar yang dilakukan oleh beberapa startup adalah mereka berbohong terhadap diri mereka sendiri, dan mereka melakukannya berulang-ulang kali. Mereka mengatakan bahwa milik saya lebih cepat, lebih murah, lebih baik, lebih ini, lebih itu. Sama sekali tidak seperti itu. Dan Anda harus meyadari bahwa lawan Anda tidak akan begitu saja mengabaikan Anda, siapapun lawan yang sedang Anda hadapi.

Anda harus tetap maju. Dan Anda tahu, Anda harus menjadi lebih berhati-hati sebagai pengusaha. Menjadi pengusaha yang lebih bisa jujur pada diri sendiri.

Dan itu semua adalah hal-hal yang mungkin suatu waktu akan Anda dengarkan dari saya sebagai mentor. Bisa saja mentor  mengetahui apa yang Anda ketahui, mengetahui apa yang Anda tidak ketahui. Tapi Anda lebih mengetahui tentang binis Anda dibandingkan orang lain”

– Mark Cuban –

 

 


“… ketika Anda memiliki kepercayaan diri atau kita sebut saja sebagai nyala api. Ketika Anda memiliki nyala api itu dalam diri Anda, kepercayaan diri itu, keberanian dalam diri, sejatinya Anda hampir memiliki kekuatan ini untuk melakukan apa pun yang diperlukan agar visi Anda terlaksana.

Coba Anda lihat apa yang terjadi dalam hidup kita. Itu semua sebenarnya bukan tentang bagaimana strategi Anda, bisnis Anda, atau kemampuan yang Anda miliki dalam hidup. Tapi ini semuanya tentang sesuatu yang disebut Kepercayaan diri. Dan kita semua akan meresakan semua kesempatan itu dalam hidup ketika kita memiliki kepercayaan diri yang tinggi.

Ketika orang lain melihat sesuatu sebagai sebuah permasalahan, kita bisa dengan mudah melihatnya sebagai peluang.

Jadi, kepercayaan diri adalah sesuatu yang simpel yang Anda inginkan untuk ditanamkan ke dalam diri. Kepercayaan diri adalah sesuatu yang Anda harus kembangkan. Kepercayaan diri adalah sebuah latihan. Kepercayaan diri laksanan otot di tubuh kita. Sebagaimana otot, semakin kita berfokus untuk melatihnya, semakin kuat otot itu. Semakin besar pertumbuhan rasa percaya diri kita”

– Robin Sharma –

 

 


“Nelson Mandela adalah salah satu bagian studi kasus yang spesial di dunia kempemimpinan dikarenakan dia telah dianugerahi secara universal sebagai seorang pemimpin yang luar biasa. Tentu Anda bisa mengambil contoh figur lain tergantung dimana negara yang Anda tujukan. Dari situ kita akan memiliki perbedaan opini mengenai figur yang lain. Tapi Nelson Mandela secara umum hampir diseluruh dunia telah mengakui dan menganugrehinya sebagai pemimpin luar biasa.

Dia adalah putra dari seorang pemimpin suku. Di suatu kesempatan dia pernah ditanya, “Bagaimana Anda belajar untuk menjadi pemimpin yang hebat? Dan dia langsung merespon pertanyaan tersebut dengan mengarahkan pembicaraan pada sosok ayahnya sebagai pemimpin suku saat terjadi pertemuan suku. Dia mengingat dua hal tentang apa yang dilakukan ayahnya ketika melakukan pertemuan dengan para sesepuh lainnya. Hal yang pertama, Mereka selalu duduk bersama membentuk lingkaran. Dan yang kedua, ayahnya selalu menjadi sosok yang berbicara paling akhir.

Sepanjang hidup ini Anda akan butuh untuk belajar mendengarkan. Yang ingin saya katakan kepada Anda di sini adalah belajarlah untuk bisa berbicara paling akhir. Saya mengamati setiap hari setiap minggu di ruang diskusi. Orang-orang yang mengaku sebagai pemimpin yang hebat yang mungkin juga pemimpin yang baik mulai berjalan memasuki ruangan diskusi kemudian mengatakan, “Seperti inilah permasalahannya, seperti inilah apa yang saya pikirkan, tapi saya juga ingin mendengarkan opini kalian. Mari kita diskusikan.” Ini sudah terlambat.

Kemampuan untuk sejenak menahan mengeluarkan pendapat kita sampai setiap orang telah selesai dengan pendapatnya masing-masing, akan memberikan dua menfaat sekaligus. Pertama, itu akan membuat orang lain merasa didengarkan opininya. kemudian akan membuat mereka merasa menjadi bagian yang juga mampu dalam memberikan kontribusi. Kedua, Anda akan mendapatkan manfaat dari mendengarkan segala sesuatu yang telah dikatakan oleh orang-orang, sebelum Anda mulai merangkai opini-opini Anda.

Kemampuan ini adalah tentang bagaimana Anda menyimpan gagasan atau opini-opini Anda untuk diri Anda sendiri. Ketika Anda setuju dengan seseorang, jangan mudah mengangguk untuk menandakan setuju. Dan ketika Anda tidak setuju dengan seseorang, jangan mudah menggelang untuk menandakan ketidak setujuan. Duduklah dengan tenang, biarkan semua opini-opini itu masuk ke kapala Anda, dan satu-satu hal yang dapat Anda lakukan adalah mengajukan pertanyaan dengan tujuan untuk lebih mengetahui maksud mereka dan dan memahami mengapa mereka memiliki opini-opini tersebut. Anda harus bisa memahami latar belakang dari mana mereka mendapatkan opini-opini tersebut. Mengapa mereka memiliki opini-opini terebut. Tidak sekedar menerima apa yang mereka katakan. Dan pada akhirnya, akan jatuh giliran Anda untuk berbicara mengeluarkan opini. Ini seperti terlihat mudah sekali, meskipun tidak semudah itu.

Belajarlah untuk menjadi figur yang dapat berbicara paling akhir. Itulah yang telah dilakukan Nelson Mandela.”

– Simon Sinek –

 

 


“Saya memiliki sesuatu yang ingin saya kenalkan dengan istilah “No Whining Wednesday” (Rabu Tanpa Rengekan). Jadi khusus di hari rabu tidak boleh ada yang merengek, komplain, atau mengkritik. Dan beberapa orang penasaran, “Rengekan, apa itu?” Apapun yang ada di kepala Anda saat ini tentang rengekan, jangan lakukan itu.

Rengekan apapun semacam, “Saya tidak sanggup, saya sudah lelah, kenapa harus terjadi pada diri saya? kenapa tidak Anda saja?” atau pun keluhan-keluhan seperti, “Anda bisa kan? kenapa sih Anda selalu? bagaimana mungkin Anda? kenapa saya selalu? mereka tidak pernah..”

Apa yang seorang katakan kepada saya sangatlah menggembirakankan karena dia sudah tidak mendapatkan banyak rengekan, komplain, dan kritikan. Dia adalah seorang ibu yang telah mempraktekkannya kepada anak-anaknya. Dia mengatakan kepada anak-anaknya, “ Jadi hari rabu adalah program untuk “Rabu Tanpa Rengekan”.

Kita perlu untuk melatihnya. Kita hentikan melakukan rengekan kepada hal yang kadang tidak terjadi sesuai harapan, tentang sesuatu yang tidak kita miliki,  tentang apa yang tidak bisa kita lakukan, apa yang orang lain tidak mampu lakukan. Kita harus benar-benar membuang itu semua mulai tahun ini.

Tidak ada lagi rengekan, keluhan, kritikan.”

– Iyanla Vanzant –

 

 


Sumber: https://www.youtube.com/watch?v=2wPeC4CLkLU

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here