Beberapa dari Anda mungkin berfikir:

“Apakah saya beber-benar harus membuat sales page? Apakah berjualan melalui media sosial/webinar/event/blogpost/seri podcast tidak cukup?”

Saya tidak mengerti benar bagaimana kondisi Anda saat ini, tapi apabila Anda benar-benar ingin konsumen tahu tentang manfaat dari produk atau jasa yang Anda tawarkan, maka sales page mampu memberikan hasil positif terhadap bisnis Anda.

Sayangnya, menulis naskah untuk sales page terlihat menyusahkan. Banyak orang yang kebingungan ketika mencoba untuk mulai menulis. Bahkan, tidak sedikit dari antara mereka yang meng-copy begitu saja dari tempat lain tanpa benar-benar berusaha untuk meyakinkan konsumen atas produk yang mereka jual.

Belakangan ini, saya telah mengembangkan spesialisasi di bidang penulisan naskah untuk sales page, maka dari itu saya ingin membagikan 3 tips untuk menyempurnakan sales page Anda.

Tapi sebelumnya, ijinkan saya untuk bercerita bagaimana saya mulai suka menulis naskah sales page.

Mengapa saya suka menulis naskah sales page, dan bagaimana Anda juga bisa mulai menyukainya.

Beberapa waktu yang lalu, saya mengikuti pelatihan dari Derek Helpem yaitu “Sales Page that Converts” (Sales Page yang Berhasil), yang merubah dunia saya. Saya mulai mempelajari ilmu tersebut secara mendalam, dan mencoba mempraktekkannya untuk “merakit” sales page untuk 6 orang klien saya.

Ternyata usaha saya membuahkan hasil. Satu naskah sales page yang saya buat menghasilkan $70.000 dalam sekali launch. Saya merasa bangga luar biasa.

Sejak itu saya mulai menyukai menulis naskah sales page, dan saya menulis banyak sekali. Saya memahami apa goal saya, dan apa yang harus saya capai dalam tiap fase. Saya tahu pertanyaan seputar apa saja yang harus saya tanyakan pada klien saya. Dan saya memahami bagaimana merangkai semua data tersebut menjadi sebuah naskah.

Saat ini, sales page bagaikan sebuah teka-teki besar yang harus kita pecahkan.

Saya yakin Anda akan menyukai menulis naskah sales page, yang Anda butuhkan hanyalah pola latihan yang tepat.

Saya tahu rasanya bagaimana menakutkannya menatap layar komputer yang kosong saat mulai menulis, jadi berikut ini adalah 3 cara terbaik yang saya punya untuk memulai proses penulisan.

 

Tip #1: Jelaskan Sepenuhnya Produk Anda

Hal yang paling penting dari sebuah tulisan yang persuasif adalah bagaimana memberikan informasi yang konsumen Anda butuhkan untuk mengambil keputusan.

Yang berarti Anda harus menjabarkan dengan sejelas-jelasnya setiap fitur dan kelebihan yang dimiliki oleh produk atau jasa Anda. Dan bagaimana produk Anda lebih baik dari produk kompetitor.

Misalnya Anda menjual sebuah tur balon udara, maka Anda harus menjelaskan apa saja yang akan konsumen Anda dapatkan dari tur tersebut; berapa lama tur tersebut berlangsung; amankah tur tersebut untuk anak-anak; sistem keamanan seperti apa yang Anda gunakan; dan pengalaman seperti apa yang konsumen akan alami dari tur balon udara pada hari-hari khusus.

Setelah itu Anda bisa menawarkan salah satu keuntungan dari tur balon udara yaitu sebagai sebuah hadiah bagi orang-orang tercinta. Apabila konsumen Anda ingin memberikan sebuah pengalaman sekali seumur hidup bagi pasangan mereka, Anda bisa memberikan gambaran bagaimana bahagianya mereka ketika balon udara mulai mengangkasa pada pagi musim gugur yang hangat.

Atau Anda juga bisa bercerita betapa gembiranya buah hati mereka ketika mereka tahu mereka akan terbang dengan balon udara, dan mereka akan jadi ayah terbaik sedunia di mata anak-anak mereka. Selain itu Anda bisa menawarkan tur balon udara Anda sebagai momen terbaik untuk melamar sang pujaan hati.

Selain itu Anda juga harus menjelaskan kepada konsumen Anda mengapa tur balon udara Anda lebih baik atau lebih unik dari tur balon udara yang lain. Bisakah Anda membuat konsumen yang takut akan ketinggian merasa aman? Adakah tema Disney yang cocok bagi anak-anak? Apakah durasi tur yang Anda berikan lebih panjang dari tur balon udara manapun?

Apapun produk yang Anda tawarkan, jangan ragu-ragu untuk meceritakan semua keuntungan yang bisa konsumen peroleh dari memakai produk Anda, dan mengapa produk Anda adalah pilihan terbaik.

 

Tip #2: Berikan Jawaban atas Pertanyaan Konsumen

Salah satu hal penting dari sebuah sales page adalah bagian “Frequently Asked Question” yang biasa disingkat FAQ, atau “Pertanyaan yang Sering Muncul”. Ini adalah tempat di mana Anda bisa membahas pertanyaan-pertanyaan yang mengganggu di benak konsumen.

Sebenarnya, ketika konsumen mempertanyakan produk yang Anda jual, yang  ingin mereka ketahui adalah:

“Apakah produk ini sesuai untuk saya?”

Sebagai contoh, Anda ingin menjual sebuah program pelatihan online tentang bagaimana merintis bisnis tur balon udara.

Ketika konsumen mengunjungi sales page Anda, calon konsumen yang bersungguh-sungguh pasti akan memiliki pertanyaan atau kekhawatiran di benak mereka.

  • Seandainya mereka adalah pemula di dunia bisnis, mereka mengkhawatirkan minimnya pengalaman mereka, dan takut tidak bisa mengikuti prodgram Anda dengan baik.
  • Apabila mereka memiliki banyak pengalaman di bisnis tur balon udara, mereka khawatir materi yang akan Anda berikan tidak akan terlalu berpengaruh bagi perkembangan bisnis mereka.
  • Seandainya mereke berasal dari ujung dunia, mereka khawatir informasi dari program pelatihan Anda tidak berlaku bagi mereka. Karena adanya perbedaan peraturan tentang usaha tur balon udara di daerah asal mereka.

Tugas Anda adalah menjawab semua kekhawatiran tersebut di bagian “Frequently Asked Question”.

Pelajari semua pertanyaan yang muncul terhadap produk atau jasa yang Anda tawarkan, lalu pilih setidaknya 10 pertanyaan yang paling sering muncul. Selanjutnya, berikan jawaban (sejujur-jujurnya) atas semua daftar tersebut dan cantumkan di bagian FAQ sales page Anda.

Dengan melakukan proses ini, sesungguhnya Anda sedang berusaha menemukan pertanyaan dan kekhawatiran yang membuat konsumen batal membeli produk Anda. Maka dari itu, semakin baik Anda menjawab kekhawatiran-kekhawatiran mereka, akan semakin banyak produk Anda terjual.

 

Tip #3: Jangan Takut Menulis Naskah yang Panjang

Kalau Anda melakukan semua yang saya sebutkan di bagian pertama dan kedua, maka Anda akan menulis lebih dari beberapa baris naskah, saya jamin.

Anda tidak perlu khawatir menulis naskah sales page yang panjang. Seandainya konsumen Anda butuh delapan halaman naskah untuk meyakinkan mereka membeli produk Anda, maka sebanyak itu yang harus Anda berikan untuk mereka.

Tenang saja, menulis naskah panjang untuk sebuah sales page bukanlah sebuah siksaan yang pedih. Bahkan para penulis blog menyarankan untuk menulis naskah sepanjang yang sales page Anda butuhkan.

Naskah yang panjang bukan berarti Anda harus memenuhi sales page Anda dengan segala macam informasi yang sebenarnya tidak dibutuhkan oleh konsumen Anda hanya untuk memenuhi kuota. Setiap isi kalimat yang Anda tulis perlu benar-benar Anda perhatikan sehingga naskah Anda bisa memandu konsumen untuk mengambil tindakan sesuai dengan yang Anda harapkan.

Naskah yang panjang bisa lebih menjual karena memiliki cukup informasi sesuai dengan yang konsumen butuhkan.

Sales page Anda bisa jadi merupakan salah satu asset berharga perusahaan Anda.

Dengan menulis naskah sales page dengan tingkat konversi yang baik, Anda telah menciptakan “pramuniaga online” yang mampu membawa peningkatan terhadap penjualan Anda tanpa Anda sadari, bulan demi bulan, tahun demi tahun.

Selama Anda terus menulis, suatu saat Anda akan menyadari bahwa menulis naskah untuk sales page bukanlah hal yang menyeramkan. Bahkan Anda mungkin akan mulai menyukai menulis. Semoga berhasil.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here