Kenyamanan pelanggan adalah hal yang harus benar-benar ditangani dengan baik. Namun seringkali ada keterputusan komunikasi antara apa yang dialami pelanggan dan yang diberikan pemilik bisnis atau pegawai.

Bila Anda menyelam lebih jauh mengenai alasan banyak customer service sangat buruk di sebuah perusahaan, akan ditemukan empat kesalahan umum, yang sebenarnya mudah diperbaiki namun memiliki dampak yang besar pada bisnis.

1. Hindari Pemotongan Biaya

Sumber: google.com

Bila penjualan turun maka mudah untuk mengambil jalan pintas mengatasnamakan penghematan biaya. Mematikan lampu di siang hari, mengurangi staf, atau bahkan tidak menerima kartu kredit karena biaya pemrosesan tambahan, dan banyak lagi. Jika Anda melakukan ini, sesungguhnya Anda sedang menginjak ratusan ribu untuk mengambil receh. Mematikan lampu berarti toko Anda terlihat gelap gulita saat pelanggan berjalan ke arah belakang. Mengurangi staf meningkatkan waktu tunggu. Tidak membiarkan pelanggan memilih cara yang mereka inginkan untuk membayar misal dengan kartu kredit, hanya akan membuat mereka keluar tanpa membeli.
Bayangkan saja misalnya ketika Anda memiliki sebuah toko kebutuhan rumah tangga. Kemudian datang seorang pelanggan yang akan membeli sejumlah barang rumah tangga senilai Rp1.500.000 dan ingin membayar dengan kartu kredit. Namun karena Anda ingin mengurangi biaya tambahan, penggunaan mesin gesek diberhentikan. Apakah menurut Anda pelanggan ini akan rela mencari mesin ATM yang bisa saja letaknya jauh dari toko? Kemungkinan besar mereka hanya akan membatalkan pembelian dan mencari toko lain yang menyediakan mesin pembayaran non tunai.

2. Pelanggan Pertama Tidak Kalah Penting

Bayangkan keadaan ini; Anda datang ke sebuah coffee shop untuk pertama kalinya. Saat antri hendak memesan, kasir berkata kepada Anda, “Maaf, sebentar ya Pak.” Lalu melihat ke arah tiga orang laki-laki di belakang Anda dan berkata, “Mas Bon, mau seperti yang biasanya?”

Sumber: google.com

Mungkin kasir ini berpikir bahwa dia sedang memberikan customer service yang baik. Kasir ini meminta ijin kepada Anda terlebih dahulu, kemudian membantu pelanggan tetapnya. Benarkah begitu? Yang sesungguhnya terjadi adalah kasir tersebut memperlakukan pelanggan tetap tersebut lebih penting daripada Anda.

Lalu apa dampaknya terhadap bisnis? Bisnis tidak akan maju jika Anda tidak memperlakukan pelanggan pertama sama pentingnya dengan pelanggan tetap. Anda sedang membuat sebuah grup pelanggan tetap dan berhenti berkembang.

3. Berikan Inspirasi untuk Pelanggan

Dulu, pelatihan salesman selalu mendorong tenaga penjualan untuk segera mengikat pelanggan agar tidak membuang waktu. Banyak perusahaan membiarkan karyawan mereka mengajukan pertanyaan yang membuat pelanggan langsung bersikap defensif.

Sumber: google.com

Apa dampaknya? Mungkin banyak ditemui pelanggan yang memberi tahu anggaran mereka, tapi tidak ada yang datang dan mengatakan bahwa berapa pun tidak masalah. Namun begitu, hindari membatasi pilihan mereka. Ketika pelanggan tidak dapat menemukan sesuatu dalam kisaran anggaran, mereka merasa dihakimi oleh karyawan tersebut dan pergi dengan tangan hampa. Jadi, beri jalan keluar dari permasalahan mereka.

4. Tawarkan Lebih dari yang Pelanggan Butuhkan

Sebagian besar pelanggan saat ini melakukan pencarian online sebelum berjalan menuju toko Anda. Ketika mereka masuk dan meminta produk tertentu, karyawan yang kurang terlatih akan membawa mereka langsung ke tempat produk atau memberi tahu mereka bahwa barang habis/ tidak ada.

Sumber: google.com

 

 

 

 

 

 

 

 

Hal ini akan menjadi sebuah masalah karena pelanggan tidak akan pernah menemukan pilihan lain yang bisa saja fungsinya sama atau bahkan lebih baik. Pelanggan tidak pernah diberi kesempatan untuk membandingkan, yang berarti kesuksesan toko bergantung sepenuhnya pada apa yang diminta pelanggan, bukan yang Anda tawarkan. Itu cara pasti untuk kehilangan uang.(zee)

Sumber:
https://www.entrepreneur.com/article/277907

 

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here