Kita semua tahu bahwa digital marketing itu penting, namun dengan begitu banyak strategi dan teknik berbeda yang digunakan saat ini, bagaimana mungkin Anda bisa menerapkan semuanya?

Saat baru memulai digital marketing, sebaiknya Anda tidak mencoba mengerjakan semuanya sekaligus. Sebagai gantinya, agar tidak merasa terbebani, mulailah dengan satu trik dan tambahkan lagi saat Anda merasa nyaman.

Dari semua strategi pemasaran yang banyak di luar sana, media sosial adalah tempat yang tepat untuk memulai menyusun rencana marketing. Berdasarkan data Statista, pengguna media sosial di Indonesia pada 2017 mencapai 96 juta orang. Pada 2022, pengguna media sosial diperkirakan akan meningkat lebih dari 30 persen.

Bila media sosial berhasil ditangani, maka brand Anda akan dikenali oleh calon pelanggan baru. Hal ini akan membuat batasan antara pelanggan dan produk Anda pun akan hilang.

Meskipun begitu, agar tidak seperti berkendara tanpa arah, sebaiknya Anda tidak terjun ke media sosial marketing tanpa rencana.

Membuat strategi marketing media sosial dari awal tampaknya bisa mengintimidasi, namun bila dilakukan, sebenarnya hanya ada tiga langkah yang diperlukan:

Memilih Platform

Meskipun langkah pertama dalam membuat rencana marketing di media sosial adalah memilih platform tempat Anda akan aktif, ada dua pertimbangan penting yang harus dipikirkan saat membuat keputusan ini.

sumber: google.com

Yang pertama adalah apa yang Anda ketahui tentang perusahaan Anda. Platform apa yang paling masuk akal untuk citra perusahaan Anda? Apakah ada anggota tim marketing Anda yang sangat ahli dalam membangun audience di satu platform daripada yang lain? Berapa banyak jam kerja yang diperlukan untuk mempertahankan usaha Anda? Menjawab pertanyaan-pertanyaan ini akan membantu Anda menentukan berapa banyak media yang akan dimulai, dan mana yang paling sesuai dengan kebutuhan Anda.

Pertimbangan kedua adalah apa yang Anda ketahui tentang target pelanggan Anda. Jika Anda belum menentukan target, mulailah dari sana. Begitu Anda memiliki pemahaman yang lebih baik tentang jenis orang yang membeli produk, cari tahu di mana orang-orang ini menghabiskan waktu di media sosial. Kemudian, karena demografi sering bergeser, lakukan ini setidaknya setahun sekali. Misalnya, meskipun Facebook masih menjadi jejaring media sosial teratas bagi para remaja, para remaja itu sendiri menganggap Instagram lebih penting. Demikian pula, LinkedIn lebih populer daripada Twitter di kalangan orang dewasa, sementara Twitter mulai condong ke pengguna pria.

Menarik Audience

Setelah Anda memutuskan di mana Anda akan memposting konten Anda, langkah selanjutnya yang jelas adalah memposting konten! Tentu saja, marketing di media sosial lebih dari mengeposkan update untuk sekedar memiliki konten. Jika ingin menarik pengikut dan menggunakan profil sosial untuk terhubung dengan target Anda, ada beberapa faktor yang perlu diingat. Yang pertama adalah citra perusahaan Anda. Sebelum memulai posting, penting untuk mengetahui citra yang ingin digambarkan oleh bisnis Anda. Apakah Anda ingin terlihat hip? Kurang sopan? Sangat profesional dan berwibawa? Tidak ada jawaban yang benar di sini; citra online perusahaan Anda harus ditentukan berdasarkan apa yang paling mungkin ditanggapi oleh pelanggan Anda.

Sumber: google.com

Penelitian yang dilakukan sebelumnya untuk menentukan target pembeli harus membantu menjelaskan bagaimana menangani pengikut Anda. Anda juga harus memikirkan jenis konten yang akan Anda poskan. Banyak bisnis jatuh ke dalam perangkap hanya karena me-share link blog ke media sosial mereka, namun hal itu tidak banyak membantu memberi value bagi audience Anda. Jika mereka ingin membaca posting blog Anda, mereka bisa saja langsung pergi ke website.

Jadi apa yang harus anda posting? Meskipun Anda dapat membagikan sesuatu dari foto, quotes, penawaran promosi, Anda bisa menggunakan aturan “80/20” yang populer – hukum Pareto – untuk merencanakan konten Anda. Jadi berdasarkan ini, 80% konten Anda harus informatif atau menyenangkan, sementara hanya 20% dari berbagi Anda harus terkait dengan penjualan, produk, atau jasa. Bila diterapkan dengan benar, peraturan ini akan membantu memastikan bahwa upaya Anda di media sosial tidak terlihat sebagai promosi diri semata. Akhirnya, konsisten dengan waktu posting konten Anda – memiliki kehadiran jaringan sosial yang tidak teratur bisa lebih buruk daripada tidak memilikinya sama sekali! Untuk membantu menjaga jadwal, aturlah waktu yang tidak melebihi kemampuan Anda untuk bisa konsisten. Akun media sosial yang setengah hati dan terbengkalai menunjukkan citra perusahaan yang tidak baik.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here