Banyak retailer offline terus menolak ecommerce. Mereka ragu untuk berjualan secara online, karena takut akan menghilangkan bisnis mereka yang sudah ada atau membingungkan pelanggan. Namun bukti yang ada sekarang menunjukkan bahwa memiliki bisnis offline tanpa menjelajah di dunia online akan beresiko pada kegagalan. 

Internet terus berkembang sebagai alat periklanan dan pemasaran yang efektif, dan retailer yang ingin bertahan, pasti menggunakannya. Pada tahun 2013 hanya 60 persen retailer yang menggunakan strategi media sosial, namun saat ini jumlahnya diyakini jauh di atas 70 persen. Jika Anda tidak menggunakan media sosial atau pendekatan online marketing lainnya, Anda adalah bagian dari minoritas. 

Kunci untuk menjadi retailer yang sukses di tahun-tahun ke depan akan bergantung pada kemampuan Anda untuk terhubung dengan generasi baru milenium dan bahkan generasi muda setelahnya yang sekarang memegang daya beli besar-besaran dalam perekonomian saat ini. Jika Anda tidak menggunakan taktik online marketing, maka Anda kehilangan pelanggan yang sangat penting ini. Bahkan bisa dikatakan, 72% generasi milenium memeriksa secara online terlebih dahulu sebelum pergi membeli ke toko offline. 

Anda dapat memanfaatkan online marketing untuk memaksimalkan penjualan offline – berikut adalah beberapa strategi bermanfaat. 

 

 1. Buat Komunitas Online 

Salah satu strategi terbaik adalah membangun komunitas online seputar materi atau niche yang terkait dengan penawaran produk inti Anda. Jika Anda terutama adalah retailer offline dan ingin menjelajah ke dunia online lebih banyak, seperti yang direkomendasikan oleh John Boinott – Jurnalist, Digital Media Consultant and Investor – lakukan pemasaran konten, karena begitu banyak orang mengonsumsi konten sekarang. 

Tujuan akhirnya adalah memompa materi secara rutin yang menyoroti keahlian Anda dalam jenis bisnis yang dijalankan. Misalnya, ada perusahaan besar yang menawarkan jasa penyiapan pajak. Perusahaan ini memuat sebuah blog yang menyajikan konten tentang peraturan pajak baru atau tips tentang pembebasan pajak. Bisa juga perusahaan ini membuat event online yang mengundang seorang pembicara dan membahas berbagai pertanyaan seputar masalah perpajakan. 

Semua hal ini bisa dilakukan meskipun Anda masih baru saja mengenal ecommerce. Dengan membangun komunitas yang aktif, Anda sekaligus dapat menciptakan media yang kemudian dapat dimanfaatkan untuk mempromosikan usaha Anda. Tujuan utamanya adalah memastikan orang tahu bahwa mereka bisa menemukan produk tertentu di tempat Anda, selain itu juga mempercayai opini Anda tentang subjek itu sehingga mereka dapat memahaminya dengan lebih baik. 

 

 2. Gunakan Iklan Berbayar 

Untuk meraih pelanggan di jaman ini, Anda harus berpikir seperti mereka. Jika Anda adalah calon pelanggan yang tidak tahu bisnis Anda ada, bagaimana caranya menemukan bisnis itu? Tentu, Anda bisa jalan-jalan dan tidak sengaja melihatnya, namun generasi milenium lebih cenderung mencari di Google. 

Jika Anda ingin menjangkau para pengguna Google ini – yang berpotensi jumlahnya ribuan orang – maka berinvestasilah dalam iklan berbayar. Google AdWords, Facebook Ads, Instagram Promote, bisa dijadikan media periklanan online untuk bisnis Anda. 

 

 3. Jalin Hubungan dengan Email 

Jika Anda tidak meminta pelanggan untuk mendaftarkan email mereka, maka hilanglah kesempatan untuk membuat daftar kontak yang penting. Mintalah alamat email saat checkout. Ketika mengumpulkan email, Anda sedang membuat daftar yang bisa digunakan untuk mengiklankan transaksi, berbagi kabar, dan mempromosikan penawaran khusus di toko offline. Bila pengguna memiliki akses ke transaksi tersebut, mereka akan lebih enggan berbelanja online untuk produk tertentu dan cenderung menunggu sampai mengunjungi toko offline Anda. 

 

 4. Prioritaskan Desain Web 

Kemudian yang tidak kalah penting adalah desain web. Desain web merupakan cerminan langsung bisnis Anda. Secara khusus, Anda perlu memperhatikan desain web untuk seluler. Mungkin Anda tidak menganggap desain web sebagai komponen internet marketing, namun kenyataan berkata sebaliknya. Perlu dicatat, bahwa 57% pengguna tidak akan merekomendasikan bisnis dengan website seluler yang memiliki desain jelek. 

Semua dari waktu muat/loading, hingga penempatan item tertentu di layar smartphone, sangat mempengaruhi apakah seseorang melakukan pembelian atau tidak. Pelajarilah hal ini, pekerjakan seseorang yang berpengalaman di bidang desain web, dan bangun fondasi kuat yang membantu Anda beralih ke dunia online. 

Jika retailer offline ingin bertahan dalam pergeseran yang sedang berlangsung ke ekonomi berbasis ecommerce, mereka perlu berinvestasi dengan cara mengoptimalkan pengalaman online mereka. Bagaimana situs Anda terlihat dan berkomunikasi dengan komunitas yang dibuat hampir sama pentingnya dengan berapa banyak pelanggan yang terhubung dengan produk Anda. Jika dunia online berhasil dimanfaatkan dengan benar, pelanggan akan berlomba-lomba untuk membeli produk Anda.(zee) 

 


Sumber: https://www.entrepreneur.com/article/305947 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here