Keyword, Conversion, User Experience, Search Engine Optimization, apa persamaan semua kata dan istilah ini? Mereka semua berhubungan dengan bagaimana Anda akan menarik, melibatkan, dan mengubah target audience. 

Inti dari setiap digital marketing campaign yang baik adalah mengidentifikasi karakteristik spesifik dari pelanggan ideal Anda, termasuk variabel geografis, demografis, dan psikografis. Semakin banyak tahu tentang audience, semakin kuat upaya digital marketing Anda. 

Pasti Anda telah mendengar konsep untuk mengenal audience, entah itu dalam seminar marketing atau dari belajar sendiri. Tapi apa artinya? Tidak hanya untuk mengetahui demografi dan lokasi prospek; Anda juga harus tahu sebanyak mungkin tentang audience, termasuk ciri kepribadian, minat, nilai, dan pendapat mereka. 

 Anda harus menemukan daftar kata kunci yang tepat, menyiapkan page untuk konversi, menciptakan user experience yang hebat, dan mengoptimalkan konten Anda. Hal ini akan membantu membuat pesan yang sempurna sehingga membuat pembaca melakukan action dan akan menempatkan Anda pada jalur yang benar untuk menemukan influencer di pasar. 

 Berikut adalah pendekatan langkah demi langkah untuk mengenal audience Anda. Mereka inilah yang nantinya akan membantu Anda menciptakan digital marketing campaign yang sukses dan mengubah Anda menjadi bintang pemasaran. 

Langkah Pertama: Amati Market 

Bila ingin tahu lebih banyak tentang audience yang ditargetkan, Anda perlu melakukan riset pasar yang bagus. Tujuannya adalah untuk mendapatkan rincian sebanyak mungkin tentang grup yang Anda targetkan, yang nantinya dapat digunakan untuk membangun persona (langkah kedua). Ada banyak cara untuk mengumpulkan informasi ini, termasuk metode berikut. 

1. Jelajahi Departemen Lain 

Seringkali, kita bekerja di dalam tempurung. Kita tetap berada dalam tim atau departemen sendiri dan tidak menjangkau siapa pun di luar kelompok. Bila Anda terjun di dalam dunia digital marketing, Anda perlu memanfaatkan banyak informasi yang ada di dalam departemen lain. 

 Misalnya, tim penjualan akan mengetahui jenis pertanyaan yang berprospek ditanyakan dan juga akan mengetahui minat dan keinginan audience. Jika perusahaan Anda memiliki tim customer service, mereka akan dapat memberikan wawasan tentang kata-kata yang digunakan pelanggan – yaitu kata kunci yang bisa digunakan untuk SEO – dan masalah apa yang biasanya muncul. 

Bahkan jika perusahaan Anda tidak begitu besar, masih ada orang-orang di garis depan yang menerima pertanyaan dan komentar baik dari pelanggan maupun yang berprospek untuk jadi pelanggan. Luangkan waktu untuk bertukar pikiran bersama mereka dan ajukan pertanyaan tentang target audience Anda. Anda bisa menggunakan informasi ini untuk membangun persona. 

2. Amati Jejaring Sosial 

Jika Anda ingin membaca pikiran pelanggan, media sosial adalah hal terdekat yang bisa Anda dapatkan. Pantaulah berbagai jejaring sosial untuk menemukan apa yang dikatakan tentang merek, pesaing, dan topik yang relevan dengan bisnis Anda. 

Anda bahkan dapat mengidentifikasi kecenderungan minat dan masalah audience. Selain itu, Anda juga bisa menentukan media sosial mana yang paling aktif, serta melihat siapa influencer yang berpengaruh di media tersebut. Alih-alih mengajukan pertanyaan kepada audience, Anda dapat membaca percakapan mereka di media sosial dan menentukan jenis konten apa yang paling berharga dan relevan. 

3. Buat Survey Kuantitatif 

Anda perlu mengumpulkan lebih banyak informasi tentang audience selain informasi demografi umum. Namun, itu tidak berarti Anda akan mengabaikan demografi, seperti usia, jenis kelamin, tingkat pendapatan, pendidikan, pekerjaan, dan lain-lain. Untuk mengumpulkan informasi ini dengan cukup cepat, Anda dapat melakukan pendekatan kuantitatif. Metode penelitian ini sangat ideal untuk mensurvey populasi besar yang diminati, seperti base customer atau market potensial Anda. 

Cara termudah untuk melakukan penelitian ini adalah dengan menggunakan kuisioner online. Data kemudian dihitung, yang kemudian memberi hasil statistik tentang populasi Anda. Anda akan dapat melihat karakteristik umum tentang target pemirsa Anda. Ingatlah bahwa pendekatan ini tidak akan memberi Anda wawasan spesifik tentang pengalaman individu. Survey ini akan mencerminkan trend dan kesamaan di antara audience Anda. 

4. Buat Wawancara 

Wawancara dianggap sebagai metode penelitian kualitatif, yang menggali motivasi, pemikiran, dan bahkan pendapat. Ini adalah cara untuk mengenal audience Anda pada tingkat yang lebih pribadi. Namun karena ini adalah proses yang memakan waktu, populasi penelitian Anda akan menjadi lebih kecil. Umumnya, Anda paling tidak harus melakukan 10 sampai 20 wawancara. 

Salah satu cara termudah untuk meneliti kualitatif adalah melakukan wawancara dengan beberapa pelanggan dan calon pelanggan. Pertanyaan harus disiapkan terlebih dahulu dan dirancang sedemikian rupa sehingga mereka mengungkapkan ciri kepribadian, preferensi membeli, minat, dan motivasi. 

Wawancara itu sendiri harus dibuat sebagai percakapan, dan di pihak Anda harus lebih banyak mendengarkan. Berhati-hatilah untuk tidak terlalu memperngaruhi responden, namun luangkan waktu untuk membiarkan orang tersebut masuk ke dalam pikirannya sehingga apa yang disampaikan adalah yang benar-benar dirasakan. Satu tips yang berguna, mintalah izin untuk merekam pembicaraan. Itu akan memastikan Anda tidak melewatkan wawasan penting dan juga akan memungkinkan merekam kata-kata yang persis yang digunakan oleh responden. 

 Jika Anda benar-benar mendengarkan wawancara ini, Anda akan menemukan banyak informasi yang dapat digunakan untuk berhasil memasarkan dan menjual ke calon pelanggan Anda. 

 

Langkah Dua: Bangun Persona Anda 

Setelah mengumpulkan informasi terperinci tentang target audience, Anda bisa mulai membangun persona pembeli. Aberdeen Research melaporkan bahwa marketer yang menggunakan persona mencapai konversi 73% lebih tinggi. Persona bukanlah sekedar profil pembeli saja. Hubspot memberikan definisi tentang persona pembeli, yang menjelaskan bahwa persona adalah representasi pelanggan ideal Anda berdasarkan riset pasar dan data aktual tentang basis pelanggan yang ada.  

Langkah pertama membantu Anda menyusun informasi ini untuk menemukan demografi, motivasi, minat, dan perilaku target pelanggan Anda. 

Persona akan memberitahukan suara dari target pelanggan yang menghubungkan ke upaya digital marketing Anda. Ibaratkan persona ini sebagai orang sungguhan, bukan hanya sekedar audience abstrak. Hal ini akan membantu Anda terlibat dalam percakapan yang akrab dengan pelanggan saat ini dan calon pelanggan. 

Berikut adalah beberapa tip yang membantu membangun persona untuk digital marketing campaign Anda. 

1. Identifikasi Semua Persona yang Anda Targetkan 

Setelah melakukan riset pasar, ada kemungkinan Anda mengidentifikasi lebih dari satu persona pembeli, dan tidak apa-apa. Sebenarnya, ini sangat wajar. Semua persona ini harus menggambarkan target pelanggan yang berbeda. Anda akan menyesuaikan konten Anda dan upaya SEO untuk terhubung dengan masing-masing segmen pelanggan ini. 

Misalnya, jika generasi milenium telah teridentifikasi sebagai salah satu persona pembeli, Anda akan mengembangkan strategi content marketing yang berbicara langsung kepada mereka. Pakailah kata-kata yang mereka gunakan dan cari tahu situs web yang mereka sukai. 

2. Catat Deskripsi Mendetail Masing-Masing Persona 

Tidak cukup jika hanya menuliskan “tipe” persona yang telah Anda identifikasi. Sebagai gantinya, Anda ingin menjelaskan secara rinci masing-masing dari persona tersebut. Anda tidak hanya memasukkan data demografi dasar, tapi juga informasi terkait lainnya, seperti minat, poin, prioritas, tujuan, perhatian, dan ciri dasanya. Lakukan deskripsi yang terperinci pada persona tersebut, karena Anda akan sering merujuk pada informasi ini. Sertakan kutipan persona yang telah diambil dari wawancara yang Anda lakukan selama riset market. 

Anda mungkin mempertimbangkan untuk menyertakan gambar dari persona Anda dan bahkan nama atau pola dasar, seperti Santi Sabar, Alex Alay, dll. Jika Anda memerlukan sedikit panduan dalam mendeskripsikan kepribadian ini, ada banyak template persona gratis di luar sana. Lakukan pencarian online dan Anda akan menemukan beberapa hal hebat yang bisa membantu. 

3. Segera Aksi  

Setelah membuat persona, Anda harus merujuknya secara reguler saat Anda mengerjakan aspek digital marketing, termasuk SEO, pengembangan konten, dan marketing di media sosial. Misalnya, jika Anda memikirkan mendesain ulang situs web, membuat strategi media sosial, atau mengejar kata kunci baru, lihat persona Anda. 

Lihat mereka sebagai pelanggan sejati Anda dan fokuskan bagaimana bisa benar-benar terhubung dengan mereka. Anda juga harus memetakan konten Anda ke berbagai persona yang telah diidentifikasi. 

 

Langkah Tiga: Identifikasi Influencer  

Begitu Anda selesai melakukan riset pasar dan menentukan persona, saatnya untuk mempertimbangkan influencer. Influencer dapat membantu mengembangkan visibilitas merek Anda. Itu berarti Anda perlu mengidentifikasi orang-orang yang memiliki pengaruh langsung terhadap target audience. Inilah orang-orang yang secara signifikan dapat mempengaruhi keputusan pembelian pelanggan Anda. 

Influencer sendiri dapat mencakup selebriti, jurnalis, dan bahkan analis industri. Siapa pun orang tersebut, intinya adalah orang-orang yang dapat memberi pengaruh sosial. Mereka ini adalah orang-orang yang telah membangun sebuah pengikut sosial yang substansial dan terlibat dengan audience mereka secara teratur. 

Influencer akan berbeda di setiap pasar. Misalnya, jika mencoba menjangkau ibu muda, Anda mungkin ingin mencari dan menghubungi blogger ibu yang populer, atau selebriti muda seperti Ayu Ting Ting. Lalu jika Anda mencoba menjangkau remaja, carilah selebriti populer Snapchat atau YouTuber. Jika tidak yakin siapa influencer di dalam market, Anda bisa menggunakan alat bantu, seperti BuzzSumo.com, Mention.com, atau Hashtagify.me. 

Bila Anda mencari salah satu influencer ini, pertimbangkan hal berikut. 

1. Perhatikan engagement 

Jumlah pengikut sosial adalah metrik untuk dilihat saat mempertimbangkan influencer, namun yang tidak kalah pentingnya – bahkan lebih – adalah tingkat engagement. Anda ingin bekerja dengan influencer yang memiliki engagement tinggi dengan pengikut. Selebriti Snapchat Shonduras adalah contoh yang bagus. Dia mendapatkan rata-rata 125.000 klik per foto, yang mungkin engagement tersebut tidak terlalu tinggi dibandingkan beberapa YouTuber yang menerima jutaan penayangan. Namun, menurut sebuah kutipan Shonduras di Adweek.com, setengah dari pengikutnya langsung merespons apa yang dia katakan. Dari perspektif marketer, engagement sangat penting. 

2. Pastikan influencer menyukai merek Anda 

Anda ingin influencer benar-benar menyukai merek yang ditawarkan.  Keaslian ini akan terlihat melalui kata-kata dan pesannya. Konsumen itu cerdas dan sering bisa mengidentifikasi kapan influencer benar-benar menyukai merek atau tidak. Mencoba mengelabuhi konsumen berpotensi merusak citra merek Anda. 

3. Tahu harga influencer 

Bila Anda melibatkan influencer, jangan berharap untuk tidak membayar uang. Menurut GroupHigh, 85% influencer menerima kompensasi uang untuk posting. GroupHigh juga mengungkapkan bahwa 70% influencer lebih memilih kompensasi per posting daripada iklan di blog mereka, afiliasi, atau pertukaran produk. Bahkan GroupHigh melaporkan bahwa bahkan ketika sebuah pos diberi label dengan “sponsor” atau “paid”, hal itu tidak banyak mempengaruhi konsumen. 

4. Hubungi Influencer 

Bila telah menentukan influencer yang relevan dengan target audience, Anda dapat memulai perekrutan. Luangkanlah waktu untuk mengenal influencer, sama seperti meluangkan waktu untuk mengenal target market Anda. Baca atau lihat posnya dan rasakan apa yang penting bagi influencer. Sesuaikan pesan Anda dengan setiap influencer tertentu, tapi pada saat bersamaan, pastikan untuk secara jelas mengkomunikasikan tujuan dari merek Anda. Sampaikan juga harapan Anda terhadap influencer tersebut. Seperti yang disebutkan di bagian sebelumnya, Anda mungkin perlu memberi kompensasi pada influencer, jadi mulailah pembicaraan itu dengan segera. 

  

Sebagian besar informasi yang dibagikan sampai saat ini berkaitan dengan marketing. Tujuannya adalah untuk memiliki SEO, PPC atau campaign di sosial media yang hebat. Anda harus menerapkan prinsip marketing yang teruji dan benar. Memang beberapa prinsip ini akan berevolusi dari waktu ke waktu, namun yang tidak berubah adalah Anda masih memasarkan kepada orang. 

Konsumen juga terus berkembang, namun marketer yang baik juga harus fokus pada apa yang tidak berubah – naluri manusia, motivasi, keinginan, dan kebutuhan. Semakin banyak tahu tentang audience, termasuk target pelanggan dan influencer kunci Anda, kesuksesan yang lebih besar yang akan bisa dicapai melalui digital marketing Anda.(zee) 

 


Sumber: https://www.searchenginejournal.com/seo-guide/know-your-audience/?utm_source=sej&utm_medium=seo-guide-chapterlink-10&utm_campaign=sej-seo-guide-chapterlink 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here