Jika Anda menjalankan sebuah bisnis, hal yang paling pasti terjadi adalah bahwa sifat pasar selalu berubah dan ada sebuah keharusan bagi perusahaan yang Anda kelola yaitu bahwa setiap perusahaan harus mengubah citra dirinya sendiri di beberapa titik (rebrand).

Tapi bagaimana Anda mengetahui kapan perusahaan membutuhkan rebrand? Dan ini adalah pertanyaan yang mungkit sangat jarang Anda perhatikan.

Jika Anda bertanya apakah perusahaan Anda memerlukan rebrand, berikut enam tanda-tanda untuk mempersiapkan rebrand perusahaan Anda

1. Anda segan atau malu memberikan kartu nama kepada orang lain.

Ini adalah salah satu tanda yang paling sering terjadi. Jika Anda merasa ragu untuk memperkenalkan perusahaan Anda dengan kartu nama Anda atau tidak percaya diri dengan media pemasaran lain yang Anda gunakan seperti website dan yang lainnya, itu pertanda bahwa Anda siap untuk melakukan rebrand.

Luangkan waktu untuk menilai media pemasaran yang Anda gunakan untuk perusahaan Anda. Apakah mereka sudah memberikan kepercayaan diri Anda atau bahkan membuat Anda merasa minder?

2. Brand Anda tidak lagi mencerminkan visi.

Terkadang brand yang tampak hebat 10 tahun lalu tidak selaras dengan apa yang ingin Anda capai sekarang. Disisi lain sebua brang harus membuat makna baru karena budaya yang berkembang diluar kendali.

Luangkan waktu Anda untuk mempertimbangkan brand yang Anda miliki apakah masih tetap berada dalam konteks dan sesuai dengan tujuan Anda atau sudah keluar konteks dan menjauh dari tujuan Anda?

3. Brand tidak lagi mencolok di keramaian.

Tujuan utama dari sebuah brand adalah untuk membedakan antara Anda dengan pesaing. Jika brand yang Anda gunakan sekarang tidak bisa memisahkan Anda dengan pesaing, artinya sudah waktunya Anda melakukan rebrand.

Perbedaan yang diberikan itu bersifat otentik dan berdasar pada pelayanan yang hanya bisa ditawarkan oleh brand Anda. Anda bisa melakukan diferensiasi brand Anda dengan melakukan sedikit perbandingan dengan brand pesaing Anda. Lihat pesan yang disampaikan, apakah sudah menonjol atau mungkin hanya tersesat di antara keramaian? Perbandingan yang Anda lakukan akan memperbaiki cintra dan pesan dari brand yang Anda miliki.

4. Brand menjadi terlalu rumit.

Banyak perusahaan melakukan segala cara untuk bertahan seperti menciptakan layanan baru, menurunkan harga, meluaskan target pasar atau bahkan mengejar pelanggan yang kurang ideal. Taktik ini mungkin berhasil dilakukan dalam jangka pendek, namun bila menyangkut branding jangka panjang, peningkatan kompleksitas berarti penurunan efektivitas terhadap brand itu sendiri.

5. Anda baru saja mengalami akusisi atau merger.

Rangkaian akusisi dan merger biasanya akan menyebabkan masalah yang cukup serius terhadap nilai dan budaya dari sebuah brand yang bisa mengakibatkan menurunnya kinerja baik untuk brand induk maupun brand yang diakusisi.

Jika Anda mengalami merger atau akusisi, ambilah gambaran besar tentang arsitektur brand Anda. Ini bisa membantu untuk membuat diagram berbagai brand dan sub-brand yang terlibat. Carilah cara agar bisa memperoleh nilai dari setiap brand dan sub-brand yang lain.

6. Anda selalu gagal menarik bakat-bakat hebat

Para pemilik bakat hebat selalu ingin bekerja dengan brand hebat juga. Jika Anda tidak bisa merekrut personil berkualitas, mungkin itu artinya karena brand yang Anda miliki terlihat biasa-biasa saja.

Jika Anda mencurigai bahwa brand Anda mencegah Anda untuk memiliki bakat-bakat hebat, Anda harus melakukan analisa brand untuk mendapatkan solusinya.

Sebagai bagian dari analisa Anda, pertimbangkan untuk mengajukan pertanyaan survei seberapa besar orang-orang ingin bekerja di perusahaan Anda dan mengapa. Jawaban atas pertanyaan semacam itu mungkin akan sangat mengejutkan.


Seringkali tanda pertama yang Anda butuhkan untuk melakukan rebrand adalah pemikiran soal rebrand yang melintas dipikiran Anda.

Sumber :
https://www.forbes.com/sites/theyec/2016/10/21/six-reasons-your-company-may-need-to-rebrand-itself

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here