Menentukan harga jual yang sesuai untuk sebuah produk merupakan hal yang penting karena hal ini merupakan rahasia kesuksesan dalam berbisnis. Ada beragam jenis strategi penentuan harga dalam berbisnis, yang pada akhirnya tidak ada formula pasti, melainkan hanya mendekati. Semua tergantung banyak faktor yang perlu di pertimbangkan, mencangkup target konsumen, perbandingan dengan pesaing, hingga memahami hubungan antara kualitas dan harga.

Pebisnis online shop bisa menentukan harga dengan menyamakan harga penjualan dengan harga pasar, sementara pebisnis bidang industri kreatif yang menciptakan produknya sendiri seperti kerajinan, bisa menentukan harga sesuai dengan biaya produksi dan harga kreativitasnya. Penjual barang-barang antikpun bisa menentukan harga berdasarkan keunikan dan kelangkaan barang. Namun faktanya tidak semudah itu, para pebisnis online harus bersaing dengan begitu banyak pesaing.

Ada 5 taktik yang dapat dicoba dalam strategi menentukan harga, antara lain

1. Charm Pricing

Sesuai dengan namanya charm pricing penentuan harga ini didasarkan atas tampilannya yang menarik. Sebuah studi mengatakan produk dengan harga jual yang diakhiri dengan angka 9 terjual lebih banyak jika dibandingkan dengan produk yang harga jualnya diakhiri dengan angka 0. Hal ini tidak sekedar disebabkan oleh harga yang terlihat lebih murah.

Para ilmuan MIT (Massachusetts Institute of Technology) juga melakukan riset dengan eksperimen penentuan harga. Mereka menjual tiga pakaian yang sama percis dengan harga berbeda, masing-masing 39 dolar, 30 dolar, dan 44 dolar. Hasilnya pakaian dengan harga 39 dolar yang paling banyak terjual. Hal ini dapat diartikan piikiran manusia sudah terkondisi untuk menyederhanakan angka dan fokus pada angka pertama di tag harga. Harga produk 39 dolar secara otomatis akan identik dengan harga 30 dolar, walau sebenarnya lebih dekat ke angka 40 dolar.

2. Prestige Pricing

pernahkan kamu merasa membayar terlalu mahal untuk sesuatu produk tapi merasa tidak keberatan membayar tinggi untuk produk lain? Ini disebabkan oleh nilai suatu produk. Pikiran manusia sering membuat mereka yakin bahwa suatu produk akan membawa kesengan jika harganya mahal.

Practige pracing adalah salah satu cara dimana kita bisa meningkatkan nilai penerimaan suatu produk, strategi ini hanya bisa dilakukan terhadap produk – produk yang unik. Jika kamu menjual produk generik yang sama dengan begitu banyak yang dijual pesaing, maka strategi ini tidak berlaku. Kunci dari strategi ini adalah paduan harga tinggi dengan tampilan produk yang memukau, branding, dan didukung oleh review pelanggan. Strategi ini juga bisa dilakukan dengan menambahkan nilai lebih dalam pelayanan, misalnya “ garansi 1 tahun ” atau “ tidak asli, uang kembali ”.

3. Price Anchoring

Banting harga, demikian istilah yang tepat untuk strategi ini. Misalnya “ hanya hari ini harga normal 600.000 menjadi 400.000 ayo segera order, jangan sampai kehabisan ! “. Dalam strategi ini menggambarkan bahwa ada desakan untuk segera membeli barang, sebab waktunya ditentukan dengan tempo yang sangat singkat. dengan begitu, pelanggan pun tertarik dengan penawaran tersebut sampai tidak sempat membandingkan harga dengan online shop lain.

4. Match Pricing

Cara dalam strategi ini adalah temukan berapa biaya produksi, ditambah biaya pengemasan, pengiriman ke pelanggan dan ditambah margin profit. Jika barang itu barang generik yang juga dijual banyak oleh para kompetitor tambahkan margin profit 20%, tapi jika barang tersebut hasil produksi sendiri, tambahkan margin 50%.

5. Keunggulan Kompetitif

Dalam berbelanja, orang dengan mudah keluar masuk toko untuk membandingkan harga, di era belanja online untuk membandingkan harga akan lebih mudah, cukup hanya meng klik beberapa online shop untuk mengetahui perbandingan harga. Menentukan harga berdasarkan keluar masuk toko lalu mengambil keputusan harga paling rendah, berusaha mencari harga yang sekiranya menarik bagi konsumen, apakah itu bijak? Coba berfikir sebagai konsumen, ketika kita mengambil produk apakah kita hanya mempertimbangkan harga saja? Betulkah kita selalu mencari yang termurah? Bagaimana dengan kualitas barangnya? Sebuah online shop bisa saja memberikan harga yang paling murah, tapi pengiriman barangnya akan membutuhkan waktu yang sangat lama dan dalam kemasan yang kurang menarik. Sementara online shop lain yang hanya terpaut beberapa ribu rupiah saja bisa mengirimkan barang dalam satu hari dan dalam kemasan yang baik.

Dari hal tersebut mana yang akan kamu pilih ? persaingan bisnis selalu melahirkan pihak yang lebih unggul dari yang lain, termasuk dari sisi harga. Tapi perlu dipertimbangkan lagi, apakah dengan memberi harga termurah dapat menjadi jaminan bahwa kamu akan unggul? Ada banyak faktor yang membuat sebuah online shop laku keras bukan hanya persoalan harga saja, tetapi keunggulan kompetitif juga penting.(Sela)

 


Sumber : Politwika. 99 langkah sukses bebisnis e-commerce. Jakarta : Gramedia Widiasarana Indonesia, 2017.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here