Banyak orang yang melihat kreativitas sebagai hasil, sebagai contohnya banyak orang yang melihat hasil lukisan yang kreatif setelah sang pelukis menghasilkan lukisan tersebut, banyak juga orang yang melihat musik kreatif sebagai musik yang bagus setelah mereka mendengarkan musik  tersebut, dan sering kali ketika kita berada di kantor misalnya ketika sedang berada di meeting room ketika salah satu orang memberikan ide yang kreatif kita melihat bahwa kreativitas adalah sebagai ide. Tetapi pada dasarnya kreativitas bukanlah hasil melainkan kreativitas adalah sebuah proses.

Sebagai contoh, ketika kita bermain game maze bentuknya seperti peta, untuk menyelesaikan game tersebut ada beberapa macam orang yang menyelesaikan permasalahan ini berbeda beda yang pertama orang memulai dari titik start, kedua orang memulai dari titik akhir, namun kenyatannya ketika mereka diberikan peta yang berbeda beda dari yang susah sampai yang paling mudah tidak ada salah satu jalan yang paling benar, melainkan mereka bisa menang dan lebih cepat dibandingkan dari yang lain tergantung bentuk maze yang di berikan hal ini menujukan bahwa kreativitas bukanlah sebuah jalan atau bukanlah sebuah akhir, kreativitas bukanlah satu titik yang benar dan yang lain salah, melainkan kreativitas adalah proses mencari yang mungkin dilakukan dan mencoba semuanya, mengapa hal ini harus dilakukan? karena kita tidak tahu yang paling baik dan benar, kita hanya tahu mana yang benar ketika kita sudah menjalankan semuanya.

Oleh karena itu, untuk menjadi kreatif mempunyai 3 hukum utama :

1. Apapun yang akan kamu lakukan semuanya bisa menjadi benar

Dalam kreativitas kita berusaha mencari hal yang sebanyak banyaknya. jadi, kita tidak akan mengetahui mana yang benar dan salah sampai hasil akhirnya.

2. Berpegang utama pada objektif utama

Sering kali ketika kita menjadi kreatif kita sering berpindah ke objektif yang lain, contohnya mau melukis gambar gunung, tapi setelah gambar sawah bagus tiba tiba terfikir bahwa sepertinya akan lebih bagus lagi kalau di belakang sawah itu ada danaunya, jadi untuk menjadi kreatif  kamu harus tetap dengan tujuan utama kamu.

3. Overthinking adalah hal yang sangat bagus

Layaknya seniman ketika kita akan melukis jika kita memiliki semua possibility yang ada kita bisa menggunakan semua warna yang ada, begitu juga sebagai pemecahan masalah dalam kehidupan sehari hari, ketika kita melihat masalah yang ada, ketika kamu overthinking justru itu sebenarnya hal yang baik karena dengan itu, kamu bisa melihat possibility yang ada.

Didalam pola pikir, kenyataannya ada 2 tipe pola pikir yaitu lateral atau linear dan  yang kedua adalah kognitif, pola pikir lateral atau linear adalah pola pikir dimana semuanya berurutan, seperti ketika kamu melihat dari poin A, lalu ke poin B, lalu ke C dan seterusnya jadi kita melihat runtutan semuanya, pola pikir lateral biasanya baik digunakan saat kita melakukan eksekusi bukan saat melakukan pemecahan masalah, kenapa bisa seperti itu ? karena saat eksekusi kita cendurung pada poin A,B,C dan seterusnya sehingga kita lebih efektif pada titik titik tersebut.

Pola pikir yang kedua adalah pola pikir kognitif, pada pola pikir ini creative thinking adalah fundamental utama untuk kita bisa melakuakn dan mengimplementasikan pola pikir ini, didalam pola pikir ini ada 4 step utama yaitu eksplorasi, eliminasi, solusi, dan implementasi. Pada eksplorasi kita dituntut untuk mencari ide sebanyak banyaknya itu artinya overthinking adalah hal yang sangat bagus karena kita dapat melihat semua possibility yang ada. Yang kedua, eliminasi didalam eliminasi ini kita melakukan cek jumlah resource yang dibutuhkan atau melihat bagaimana kita mengimplementasikannya mana yang lebih sulit dan mana yang lebih mudah, yang ketiga yaitu solusi   untuk memecahkan masalah yang diimplementasikan, yang keempat adalah implementasi yang pada akhirnya bisa membawa pola pikir kognitif menjadi sebuah solusi.

Kesimpulan

dalam pembahasan diatas dapat disimpulkan bahwa  kreatif bukanlah sebuah hasil, melainkan sebuah proses dan setiap orang bisa berfikir kreatif, dan yang kedua kita mengetahui tipe pola pikir. tidak ada yang salah antara pola pikir linear dan kognitif , hanya saja  kita harus bisa menggunakan keduanya diwaktu yang tepat gunakan pola pikir linear saat kamu fokus pada implementasi sehingga kamu bisa melakukan masalah atau tugas dengan melakukan pengecekan poin A,B,C dan seterusnya. Sedangkan ketika kamu mencoba untuk brainstorming, finding deeper ideas, gunakan pola pikir kognitif karena itu akan membuka pola pikir kamu untuk mencari eksplorasi, solusi sebanyak banyaknya yang mungkin bisa dilakukan.


Sumber:https://youtu.be/SUesz3otnWY

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here